-

Gathering Bersama DPL – Persiapan Teknis KKM

\
Foto Kelompok KKM 03 Bersama DPL

(6 Desember 2025 – Masjid At-Tarbiyah UIN Malang)

Dengan memohon ridha Allah SWT, pada hari Sabtu, 6 Desember 2025, kami melaksanakan pertemuan kedua bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bu Ary, bertempat di Masjid At-Tarbiyah UIN Malang. Pertemuan ini menjadi awal penegasan arah, teknik pelaksanaan, serta niat yang harus kami tata dalam menjalankan KKM di Masjid Ar-Ridlo, Blimbing, Malang.

📌 Poin-Poin Penting Arahan Bu Ary (DPL)

1️⃣ Administrasi & Survei Lokasi

Sebelum terjun ke desa atau masjid, setiap kelompok diwajibkan untuk melengkapi administrasi berikut:

  • Surat permohonan survei

  • Surat izin masjid

  • Surat izin lingkungan/RT sekitar

  • KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)

  • Surat keterangan posko jika dibutuhkan

Bu Ary mengingatkan bahwa posko untuk laki-laki dan perempuan harus terpisah demi keamanan dan kenyamanan. Apabila posko dipisah, tidak apa-apa selama masih berada di wilayah/daerah yang sama. Untuk informasi tempat posko, kami diarahkan untuk berkoordinasi langsung dengan takmir masjid, bukan pihak lainnya.

Selain itu, kami juga diminta untuk membaca dan memahami modul KKM sebagai pedoman utama selama program berlangsung. Hal ini untuk menghindari kesalahan arah serta memastikan semua kegiatan sesuai prosedur.

2️⃣ Durasi & Pendanaan KKM

Durasi program tetap 40 hari penuh. Tidak dipersingkat dan tidak diperpanjang, sehingga seluruh kegiatan harus direncanakan secara matang.

Untuk pendanaan, Bu Ary menegaskan bahwa dana KKM bersifat mandiri atau pribadi. Artinya, setiap kebutuhan operasional harus diatur sebaik mungkin oleh kelompok dan individu masing-masing. Karena itu, efisiensi menjadi salah satu kunci agar kegiatan berjalan lancar.


🎯 Arah Program & Tugas Utama

KKM tahun ini berbeda dari konsep KKM tradisional yang biasa menyelesaikan masalah tertentu. Fokus utama KKM ini adalah:

Bukan memecahkan masalah, tetapi menemukan, mengembangkan, dan mengoptimalkan aset atau potensi masjid.

Beberapa penjelasan dari Bu Ary:

  • Setiap masjid memiliki aset/potensi seperti jamaah, fasilitas, kegiatan rutin, hingga lingkungan sosial.

  • Tugas kami adalah menggali potensi tersebut, kemudian membantu masjid agar potensi itu bisa berkembang.

  • Semua kegiatan yang dilakukan di luar tetap berorientasi kembali ke masjid — baik kegiatan TK, TPQ, atau kerja sama dengan pihak luar seperti MTQ.

Contoh sederhana yang diberikan adalah:

  • Mengoptimalkan kotak amal dengan QRIS

  • Menjalin kerja sama kegiatan dengan MTQ atau lembaga lain yang berhubungan dengan masjid

  • Membantu menghidupkan kegiatan remaja masjid

  • Mendukung promosi acara masjid melalui media sosial

Koordinasi utama dilakukan melalui takmir masjid, bukan kades atau perangkat desa. Bahkan kami dianjurkan untuk lebih mengenal Remaja Masjid (Remas) agar koordinasi kegiatan lebih mudah.


📊 Kewajiban Survei & Wawancara

Setiap kelompok wajib melakukan survei kepada 30 responden dan harus mencakup tiga aspek utama:

  • Keluarga

  • Sosial Budaya (contoh: potensi budaya lokal seperti candi atau tradisi warga)

  • Ekonomi

Wawancara diperbolehkan masuk ke data personal seperti:

  • Status keluarga

  • Pekerjaan

  • Penghasilan

Jika jamaah masjid terbatas atau respondennya itu-itu saja, kami diperbolehkan mencari responden lain di sekitar masjid, seperti:

  • Warga sekitar

  • Wali santri TPQ

  • Guru dan orang tua di TK

  • Masyarakat yang tinggal dekat area masjid


📝 Arah Laporan Akhir

Bentuk laporan kali ini adalah Policy Brief yang bersifat singkat dan padat. Isi laporan akan berfokus pada:

  • Satu aset utama yang ditemukan di masjid

  • Penjelasan potensi aset tersebut

  • Rekomendasi pengembangan

  • Rencana strategis agar aset bisa terus berjalan meskipun KKM kami selesai

Dengan konsep ini, diharapkan laporan kami tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga bisa digunakan sebagai panduan nyata bagi masjid untuk terus berkembang.


💬 Penutup

Pertemuan ini menanamkan banyak pelajaran. Bahwa KKM bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari pengabdian dan dakwah sosial. Bahwa setiap langkah yang dilakukan di masjid adalah amanah. Dan bahwa melayani umat adalah sebuah kehormatan.

Dengan hati yang penuh harap dan tekad untuk belajar, kami melanjutkan langkah persiapan survei dan penentuan posko. Semoga Allah memudahkan setiap proses dan menjadikan kegiatan ini ladang pahala serta keberkahan bagi semua pihak.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Kajian Ba’da Subuh & Maghrib: “Hidup adalah Perubahan”

   Kajian: “Hidup adalah perubahan” Bersama Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag (4 Januari 2026 – Masjid Ar-Ridlo Blimbing) Dengan memoh...